June 30, 2008

20 tahun yang lalu

Jarak: Kinahrejo, 1988

barangkali hanya
keresahan yang bakal
muncul di lembah ketika
kembali aku harus ke sana

atau mungkin kau ingin
mengatakan sesuatu yang lain: tentang
kamarmu yang sendiri

barangkali hanya
kerusuhan yang bakal
muncul di kota ketika
kembali aku harus ke sana

atau mungkin kau ingin
mengatakan sesuatu yang lain: kasih!
sendiri-sendiri kita
dalam kata-kata yang hilang

tertelan oleh jarak
sekian ribu kilometer

Kris Budiman
                            

May 09, 2008

Kepada Illuminatus

pertempuran energi ini
telah menggriring kita
... saling memangsa

entah kau, entah aku
semesta akan berpihak

meski nantinya cuma jadi hantu ...

30 April 2008


March 28, 2008

SINGGAH

jangan jadikan aku persinggahan lagi
seperti orang-orang lain yang singgah di sini
...sebentar, melepas lelah, lalu pergi...

tolong! jangan jadikan aku persinggahan lagi
seperti sepi pucatnya bangku taman ini
...sebentar, disinggahi,  ditiduri, lalu pergi...

.

.

.

rumah,...
itu lebih dari cukup!!

(kepada kalian, laki-laki yang meracuniku dengan gelombang-gelombang elektronikanya)

March 12, 2008

sepotong sajak untuk seorang sahabat

                                                                                      ...for sickman      

ahhh, andai saja aku dan dia berjumpa tidak dalam situasi seperti ini
ahhh, andai saja aku mengenalmu lebih dulu, bukan dia
ahhh, andai saja sepotong sajak itu kau kirim untukku
...dan hanya untukku, bukan dia
ahhh, andai saja .... andai saja!

..

sayangnya, aku pengecut, sayang...
sayangnya, aku pecundang, sayang...

..

kau? kau cuma tersenyum, tersenyum, dan tersenyum
kau ingin aku juga tersenyum...?
aku akan tersenyum untukmu,
selalu!
jika itu yang kau mau
karena aku tau, kau mau aku tersenyum...

..

sepotong sajak untuk seorang sahabat
.......................dan senyum dariku
sebagian diri di dalam sini, mengepal tinju ke udara
lalu berkata "Bangsatttt kauuu!!!!"

Jokerpenat dan sesak di dalam sini , akan kubuang jauh-jauh
supaya kau tau, aku bisa tersenyum...

(jakarta, 5:55 PM)

July 17, 2007

senja di tepi danau

matamu merayau
ke tepian danau
mencari masa lalu
yang singgah di antara senja

di atas rumput kau bersila
memaknai kepulan asap
seperti para indian
mengirim berita ke kampung seberang

aku ingat betul
dua mata sayu tergantung
lelah mencari entah
ke danau ia melarung, ke senja ia merenung

hati kusimpan disini
di sela-sela angin
di sela-sela rumput
di rentang waktu, merambati senjaku

ah, kenangan itu
seketika melabuhi ingatanku
ketika kau, ketika aku
...ketika senja di tepi danau

(18 juli 2007, lalu aku berjalan di belakangmu)

July 09, 2007

KANTUK

terberkatilah rasa kantuk itu
sungguh sebuah penantian
bagi jiwa-jiwa yang tak pernah istirahat
kantuk adalah pembunuh sepi
karena sepi tak pernah mati
kantuk adalah sahabat keluh
karena keluh, peluh, juga bosan,
....adalah buah hati luka

terberkatilah rasa kantuk itu
karena malam takkan pernah bosan
meremas segala sepi segala luka
sampai tak ada lagi keluh, tak ada lagi peluh

(20 juni 2007, thanks to thomas silvano and sleeping pills)

ketika kukemasi impian kita

ketika kukemasi impian kita
kurapikan lembar-lembar kenanganmu
sembari mencari adakah aku di lembar itu
seketika itu juga aku sadar,
...kenangan adalah sajak paling ngilu

ketika kukemasi impian kita
seketika itu juga aku sadar,
aku cemburu pada kenanganmu
karena mereka jadi sajak paling ngilu

ah, perempuan...
betapa berharganya kau ketika menjadi kenangan

(7-7-2007, di antara buku dan lembar-lembar sajak itu)

July 02, 2007

PISAU BERGAGANG KAYU

Knife pisau bergagang kayu itu
tak setajam kenangan
yang kau kais hari demi hari

pisau bergagang kayu itu
tak setajam ingatanmu
ketika masa lalu kau gemakan lagi

pisau bergagang kayu itu
tak setajam nama
yang kau toreh di alam bawah sadar

hanya saja,
nyeri betul di dalam sini
ketika aku juga yang mengemasi lukamu
perih betul di dalam sini
ketika aku harus menjilati lukaku sendiri

(awal juli 2007, semoga lekas sembuh)

June 11, 2007

seperti apa rasanya luka

rasanya tetap sama
kini, dulu, esok, tak berubah
rasanya tetap sama
seperti berjalan tanpa alas kaki di atas pecahan kaca

serpihannya menempel
beling yang kecil menusuk
pecahan yang besar merobek permukaan kulit,
lebih dalam lagi masuk ke pori-pori
mengoyak nadi dan mengirim sinyal ke otak
"...saakiiiiiiit"

setiap darah yang mengucur
terselip kenangan dan hantu dari masa lalu
semakin jelas kenangan dipanggil
semakin deras darah mengalir

hingga akhirnya tak ada lagi darah
yang tinggal hanya rasa sakit
dari luka-luka yang mengendap
dari kenangan-kenangan yang membusuk
dari mimpi-mimpi yang tak terjamah

luka baru, luka lama
tak ada bedanya
rasanya tetap sama
seperti berjalan tanpa alas kaki di atas pecahan kaca

(jakarta, 11 juni 2007, 24 hour party people)

May 12, 2007

kemana tangis kuadukan?

saat itu juga aku menangis
lingkaran yang melingkarimu
adalah lingkaran masa lalu

lingkaran kenangan tanpa batas
aku dilingkari kenangan itu
saat itu juga aku menangis

di batas kenangan yang melingkar
kemana tangis kuadukan?

12 mei 2007, tears for fears

May 08, 2007

selamat tidur,...

semoga malam menuntun kita
ke tempat dimana seharusnya kita berada
...bersemayam dalam kesunyian...
menuju kuil keabadian
membangun peradaban baru

selamat tidur,...

jakarta, 9 mei 2007, magic theater in temple of everlasting

April 16, 2007

karena aku (terlalu) mencintaimu

aku cukup duduk saja, lalu...
membiarkan telinga mendengar apa yang ingin ia dengar
membiarkan mata membaca apa yang ingin ia baca
membiarkan hati memilih apa yang ingin ia rasa

sudah lama aku berhenti berharap
sudah lama aku berhenti bermimpi
aku cukup duduk saja, lalu...

menikmati apa yang dipilih hati
pahit, manis, senang, sakit
kunikmati semuanya, karena...







April 03, 2007

SEKARANG ATAU TIDAK SAMA SEKALI

sebuah langkah harus diambil
untuk menentukan langkah selanjutnya
berdiri di tempat bukan lagi pilihan yang tepat
sekarang atau tidak sama sekali!!

4 april 2007, (purnama dinihari)

April 01, 2007

LUPA

pada siapa seharusnya
kutujukan tulisan ini
dunia makin jauh saja

apa sebab
kutuliskan kata-kata ini
kian lemah jantung berdetak

tentang apa semestinya
tulisan ini dibuat
makin rimbun ranting-ranting di kepala

begitu lekatkah sisa-sisa masa lalu?
hingga terus dikais kenangan sepanjang jalan?
untuk apa?
pelajaran? pengalaman?
...nonsens!!...

lupa adalah lupa
lupa bukan alpa, bukan lalai, bukan lengah, pun khilaf
..apa pun itu!...


(1 april 2007, for my beloved sista, theraya)

March 30, 2007

Sekala & Niskala

dan seperti itulah kita
sekali waktu absurd
kali lain nyata sungguh

dunia kita sungguh egois
tamasya dalam hiperealitas
ruang-ruang tak bernama

lebur kita dalam teks-teks
bertaut kata-kata dalam benak
saling cecap kesunyian tanwujud
sungguh persenggamaan yang primitif
dan janin ini, adalah mahakarya

cinta ini dionysian murni
nafsu paling sempurna
tak akan pernah abadi
sejati dalam perubahan
itulah kita, sekala & niskala

berbahagialah,...
kutukan ini datang seperti kematian
saling tersesat dan menyesatkan
saling terluka dan melukai

dan seperti itulah kita
sekali waktu absurd
kali lain nyata sungguh

kau, aku dan dunia kita
...sekala & niskala

31 maret 2007 (dedicated to Episode IV - Ervin Ruhlelana, with full respect to Aida Vyasa, Nosa, Bessyp0p, Theraya, dan segala sajak kesunyian)

February 10, 2007

................

di tengah lamun
di antara derai
di sela isak
kesunyian itu hadir
begitu lamat
begitu khidmat
berbicara dalam sandi yang sama
kebisuan ini begitu liar
kebisuan ini begitu menggairahkan
lalu aku me-reka
apakah.. apakah.. apakah
...selamat pagi, sampai jumpa!