February 03, 2007

Bird Of Prey

...bird of prey, bird of prey

flying high, flying high...

...take me on your flight

seekor burung gereja terjebak di kamar ini bersamaku
menukik, berputar, lalu terhempas
hinggap di kerjap neon
singgah di bangku guru
bertengger cukup lama di bingkai petinggi bangsa yang dipasang di atas papan tulis putih
kalau saja kami satu bahasa,
sudah pasti kutanya apa rasanya melayang di ruangan 5 x 6 dengan dingin, dahan, ranting, angin yang pseudo?
tiba-tiba ia terdiam, meringkuk di satu sudut
dari diamnya aku mengira situasi ini buntu untukmu!
ahh...berarti kita mirip!
apa lacur?! kita sudah berada di sini
orang-orang di luar sana juga tak perlu tau kebuntuan kita
Death_birdkau dan aku
kita maknai saja kebuntuan ini sebagai...
...romantisme sesosok teman yang tak tergantikan
aku tawarkan satu pilihan untukmu :
ikut aku! aku mau merokok di luar
keluar dan pergilah saat pintu ini kubuka!!
atau aku ikut kau lalu kita bersembunyi bersama?
kau memilih sembunyi...


                            

February 01, 2007

This Is The End, Beautiful Friend

...it hurts to set you free

but you'll never follow me...

Jim


3 batang rokok terakhir. mataku tertuju pada sebuah artikel yang direkomendasikan seorang teman, "Jim Morrison's Quiet Days In Paris" begitu tajuknya. ada pertanyaan mendesak yang menyumbat ubun-ubun : "kenapa semua karya-karya monumental selalu tercipta di saat seseorang dilanda kesepian?" bitter, dark, gloomy, dying, psychedelic entah apalah namanya... begitu hidup! kesunyian, kekosongan, kesendirian, adalah ruang-ruang kontemplatif manusia yang memacu otak kiri bekerja lebih aktif dibanding otak kanan (sepertinya aku sedang meracau..?!!)

2 batang rokok terakhir. sudah kesekian kalinya "the end" meracuni telingaku. entah kenapa sensasinya selalu berbeda setiap kali  kuputar.  sesaat seperti  genderang kematian, kadang  seperti  berada  di  tengah  ritual  shaman, kali lain seperti sedang berjalan menuju sebuah pemakaman, tak jarang sensasinya seperti orgasme dalam sebuah persetubuhan! ahhh...entah, lagu ini sepertinya menuntaskan kesepian-kesepian  yang  bersemayam  dalam  tubuh  seorang jim. kuharap begitu.

1 batang rokok terakhir.  kuhisap  dalam-dalam sambil mencoba merasai apa yang terjadi ketika kesepian, kesunyian, kekosongan itu hadir. tangan, otak, hati, dan organ-organ tubuh lainnya jadi peka. lebih peka dari biasanya. lalu muncul penggalan-penggalan ingatan yang hadir tanpa diminta. yang ingin diingat diresapi lamat-lamat, yang tak ingin diingat dikubur rapat-rapat. lalu semua bergumul dan berdesak-desakkan di dalam hati. di saat semua penggalan ingatan sudah mulai terbentuk, muncul puluhan bahkan ratusan kata untuk memaknai penggalan ingatan tadi. tangan mulai bergerak sesuai apa perintah otak. tangan bisa mengambil gitar lalu mulai memetik, tangan bisa mengambil kertas dan pulpen lalu menulis, tangan bisa mengambil kuas lalu melukis, tangan bisa mengambil pisau lalu memotong apa yang ingin dipotong, sesuai apa perintah otak. bisa juga diam, karena hati dan otak berebut kendali atas tangan...

satu hisapan terakhir : dalam kesunyian aku begitu hidup, dalam keriangan aku begitu mati


...the end of laughter and soft lies
...the end of nights we tried to die...

this is the end...