LUPA

pada siapa
seharusnya
kutujukan tulisan ini
dunia makin jauh saja

apa sebab
kutuliskan kata-kata ini
kian lemah jantung berdetak

tentang apa semestinya
tulisan ini dibuat
makin rimbun ranting-ranting di kepala

begitu lekatkah sisa-sisa masa lalu?
hingga terus dikais kenangan sepanjang jalan?
untuk apa?
pelajaran? pengalaman?
…nonsens!!…

lupa adalah lupa
lupa bukan alpa, bukan lalai, bukan lengah, pun khilaf
..apa pun itu!…

(1 april 2007, for my beloved sista, theraya)

4 Responses to “LUPA”

  1. pop Says:

    makin rimbun ranting-ranting di kepala = keren, eui…

  2. Maria Says:

    hihiihii…bisa banget kamuwh!

  3. Thera Says:

    lupa adalah pijakkan kosong
    pada awan tak bertapak
    pada rindu tak bertujuan
    pada pikiran tak berakar

    lupa adalah lupa adalah lupa
    adalah lupa yang mengerikan bagi badai pikiran
    peracun fluktuasi waktu
    stagnator kehidupan

  4. Maria Says:

    maka, lupa adalah lupa
    bukan (me)lupa(kan), (di)lupa(kan), pun (ter)lupa(kan)…!!

    thanks, sis!

Leave a Reply