Kepada Illuminatus
pertempuran energi ini
telah menggriring kita
... saling memangsa
entah kau, entah aku
semesta akan berpihak
meski nantinya cuma jadi hantu ...
30 April 2008
pertempuran energi ini
telah menggriring kita
... saling memangsa
entah kau, entah aku
semesta akan berpihak
meski nantinya cuma jadi hantu ...
30 April 2008
jangan jadikan aku persinggahan lagi
seperti orang-orang lain yang singgah di sini
...sebentar, melepas lelah, lalu pergi...
tolong! jangan jadikan aku persinggahan lagi
seperti sepi pucatnya bangku taman ini
...sebentar, disinggahi, ditiduri, lalu pergi...
.
.
.
rumah,...
itu lebih dari cukup!!
(kepada kalian, laki-laki yang meracuniku dengan gelombang-gelombang elektronikanya)
for you "the marlboro lights man"
aku dan peri biruku...
kami tumpahkan kesedihan itu
kami raungkan kekecewaan itu
kami teriakkan sekencangnya!!!
selantang jeritan Nina...
"...you jeopardize me!"
..
(on the road, after our short conversation through cyberchat, losing a friend - the cardigans)
image taken from http://www.flickr.com/photos/87128018@N00/139136870/
"an endless journey"
INILAH KEMATIAN ITU
inilah kegelapan itu, sayang
pekat sempurna tanpa setitik cahaya
mari tenggelam di dalamnya
tak ada lagi yang mesti kita lihat
tak ada lagi yang mesti kita cari
inilah kegelapan itu, sayang
yang akan menyempurnakan kita
dan luka-luka akan terkubur selamanya
inilah kematian itu, sayang
yang kita tunda sekian lama
mari tenggelam di dalamnya
(silent)
RIANG
ketika waktu mati tiba
begitu riangnya kami
menjemput kematian
...sang kematian
luruh, teguh mata bertatap
menari-nari diantara cahaya
tubuh kami menjelma angin sore
memeluk rapat hingga tertidur
membayar lelahnya penantian
tak ada sesal, tak ada tangis
keriangan membuat kami lupa
bahwa yang sedang dijemput adalah
...sang kematian
ketika waktu mati tiba
begitu riangnya kami
menjemput kematian
...sang kematian
(cloudy)
-19 februari 2007, when my long lost love meets your lil' heaven-
...for sickman
ahhh, andai saja aku dan dia berjumpa tidak dalam situasi seperti ini
ahhh, andai saja aku mengenalmu lebih dulu, bukan dia
ahhh, andai saja sepotong sajak itu kau kirim untukku
...dan hanya untukku, bukan dia
ahhh, andai saja .... andai saja!
..
sayangnya, aku pengecut, sayang...
sayangnya, aku pecundang, sayang...
..
kau? kau cuma tersenyum, tersenyum, dan tersenyum
kau ingin aku juga tersenyum...?
aku akan tersenyum untukmu,
selalu!
jika itu yang kau mau
karena aku tau, kau mau aku tersenyum...
..
sepotong sajak untuk seorang sahabat
.......................dan senyum dariku
sebagian diri di dalam sini, mengepal tinju ke udara
lalu berkata "Bangsatttt kauuu!!!!"
penat dan sesak di dalam sini
, akan kubuang jauh-jauh
supaya kau tau, aku bisa tersenyum...
(jakarta, 5:55 PM)
he loves her...
he's adoring her...
and even want to fuck her too...
hey, old man!
you should have noticed that!!
everybody loves her...
because she's so lovable
because she's so adorable
I'm not her, and she's not me...
but then suddenly I realize
I am...what I am
and I think to my self
"what a wonderful wor(l)d"
(jakarta, di selatan jakarta)
image taken from http://reedler.wordpress.com/2007/12/10/artwork-ii/
untuk lelaki yang ketika aku merasa tak 'ada' di hadapannya, kulantunkan sebait lagu Carpenter 'Close To You' untuknya...
Akhirnya setelah 'itu semua' baru gua dianggap ada. Eksistensialis banget sih! mesti 'ada' dulu gitu, parah!!! hahahahhahahaa...
Efek Rumah Kaca bilang 'jatuh cinta itu biasa saja' , tanpa maksud untuk mengecilkan judulnya, gua cuma mo bilang 'guys! naif banget sih lo?!' walaupun gua jatuh cinta mampus sama band ini...
Tulisan ini katarsis kelas berat, gak perlu dibaca, apalagi dikomentarin buat yang gak berkepentingan. Cuma mobilang, makasih, sayaaaaaang.
Buat gua, cinta gak kenal logika! sorry to say... tapi ini kenyataan, karena menurut gua jatuh cinta itu ENGGAK biasa...hehhehhee
Satu kalimat aja yang pengen gua sampein buat nutup tulisan ini :
"aku mau seluruh dunia tau, kalo aku sayang kamu, lelaki yang kusapa sunyi"
eh, ini oleh2 dari 'itu semua' :
AKU DAN PEREMPUAN ITU
SEPERTI KEPING-KEPING GAMBAR
.........BAGIMU
MELENGKAPI, MENGIMBANGI, MENYATU
AKU PUN BEGITU
KAU DAN LAKI-LAKI ITU
SEPERTI POTONGAN-POTONGAN SUARA
..........BAGIKU
MENYELARASI, HARMONI, MENDAYU
KITA PUN BEGITU
AKU, KAU DAN MEREKA ; PEREMPUAN DAN LAKI-LAKI ITU
SEKARANG KITA SINGAH DI SINI
MEREKA JUGA PERNAH SINGGAH DI SINI
MENJADI RUMAH BAGI KAU, BAGI AKU, YANG TAK TAU HENDAK PULANG KEMANA
MEMBERI ATAU DIBERI BUKAN UNTUK YANG PERTAMA KALI
MENYAPA ATAU DISAPA JUGA BUKAN UNTUK YANG PERTAMA KALI
....SAPA, KATA, SAJAK, LAGU, BUKU, APAPUN ITU
BETAPA CEMBURUNYA KITA DENGAN KENANGAN-KENANGAN ITU
TAPI AKU BANGGA!
CINTA SEPERTI INI, BARU PERTAMA KALI KITA MILIKI....
(jakarta, lupa tanggal berapa karna kertasnya keburu dibuang, -sketch by Gema Mawardi-)
di antara harapan dan kenyataan
mimpinya telah habis ditelan malam
hidup dan matinya adalah kesunyian abadi
ketika kuhaturkan kembang sedap malam
seketika itu pecah air di mata kami
meski luka-luka telah kami titip pada malam
gurat-gurat kepedihan tak separuhnya kami bagi
perempuan itu perempuanku
hatinya adalah hatiku
kesedihannya adalah kesedihanku
kesunyiannya adalah kesunyianku
kepada perempuan yang kuhaturkan
kembang sedap malam untuknya :
luka yang mengarat
dalam hati,
...suatu malam akan
menjadi wangi
sewangi kembang sedap
malam...
(
akhirnya kita bertemu lagi
setelah mati-matian
kita saling menyingkir
kita saling mengelak
padahal kita baru saja menyudahi permainan ini
kau tahu betul cara mengejarku
kau juga paham cara menjeratku
aku seperti mengenalimu
bertahun-tahun yang lalu
...akhirnya kita bertemu lagi
bertemu engkau, lagi...lagi dan lagi
seperti 100 tahun yang lalu
saat kita mati-matian
mencekik kesepian kita
dengan sebuah perjalanan tanpa akhir
keterasingan mempersunting syair
...kembali ke persembunyian
(8 november 2007, ...and solitaire the only game in town)
setelah merapikan sajakmu
setelah menyusunnya satu-satu
setelah beberapa putaran lagu sendu
setelah bercakap-cakap dengan para hantu
setelah sebungkus rokok membakar paru-paru
setelah segelas bir mendinginkan amuk di kepalaku
berkatalah suara-suara di kepala :
“kenangan kalian mana
lagi yang hendak kau jual?”
lalu aku menertawai diri sendiri
malang betul cinta jadi inspirasi
cinta tak ubahnya seperti sampah
dipakai, dibuang, dipungut, dijual
berkatalah suara-suara di kepala :
“kubur saja semua
sajak kita, sebelum cinta menjadi sampah!”
lalu aku pergi tidur
sungguh penat malam ini
kuhitung kutu di kasur
kuundang ke dalam nadi
tak ada rahasia lagi,
“cinta kalian tak
pernah mati”
(2:36 AM, at home)
Recent Comments